Mubadalah Istilah Al Ummu Madrasatul Ula (2024)

Istilah al ummu madrasatul ula tentu tak asing lagi di telinga kita. Secara eksplisit ungkapan ini merupakan tonggak bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan agar kelak dapat mendidik anaknya dengan baik. Terlepas dari adanya doktrin patriarki, perempuan tak layak dikucilkan untuk mendapatkan pendidikan. Anggapan bahwa perempuan hanya berhak di kasur, sumur, dan dapur pun tak lantas membentengi perempuan untuk menimba ilmu pengetahuan. Sebab pengetahuan seorang perempuan akan berimbas pada pengetahuan anak yang ia lahirkan kelak.

Esensi dari ungkapan itu memiliki makna bahwa siapapun yang dekat dengan anak, maka ialah yang menjadi sekolah pertama bagi anaknya. Jadi yang bertanggung jawab untuk mendidik anak bukan khusus perempuan atau ibu saja. Akan tetapi, dalam realitanya ungkapan ini sering disalahartikan, sebab kebanyakan masyarakat menganggap bahwa mengasuh dan mendidik anak adalah fitrah dan tugas seorang ibu. Sehingga tak sedikit pula yang menyalahkan perempuan terutama ibu jika gagal dalam mendidik anaknya. Di sisi lain seorang laki-laki yang mengasuh atau mendidik anak dianggap aneh dengan dalih tak sesuai dengan fitrahnya sebagai seorang pemimpin. Oleh karena itu perlu adanya sudut pandang dari konsep keseimbangan atau mubadalah dalam menyikapi problematika ini.

Kacamata mubadalah

Dalam perspektif mubadalah mendidik anak merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Kata al ummu tidak hanya merujuk pada perempuan atau ibu saja. Melainkan dapat memiliki makna sebagai orang tua atau keluarga. Sehingga dalam ungkapan al ummu madrasatul ula dapat kita simpulkan bahwa suatu konsep mubadalah bahwa orang tua adalah sekolah yang pertama dan utama untuk anaknya. Sebab dari merekalah anak akan belajar banyak hal yang kelak akan mereka implementasikan dalam kehidupannya.

Baca Juga Siapa Bilang Santri Cuma Belajar Ngaji?

Ayah dan ibu bertanggung jawab bersama atas pendidikan dan pengasuhan anak. Maka dengan adanya kerja sama yang baik di antara keduanya akan menghasilkan pendidikan yang terbaik pula untuk anak. Dalam hal ini laki laki dan perempuan baik sebagai ayah dan ibu atau suami dan istri hendaknya saling melengkapi dan menguatkan. Mungkin karena adanya faktor faktor tertentu keduanya dapat berbagi peran, namun kepedulian dan perhatian di antara keduanya jangan sampai hilang. Sehingga peran di antara keduanya dapat seimbang.

Keseimbangan peran antara ayah dan ibu dalam mendidik dan mengasuh anak sangatlah penting. Sebab hadirnya yang saling melengkapi dapat mempengaruhi watak dan karakter anak. Dari ayah anak akan belajar mengenai tanggung jawab, ketegasan dan kerja keras. Pun dari ibu anak akan belajar mengenai ketulusan dan pengorbanan. Dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya akan menciptakan watak dan karakter yang baik pada anak. Hal ini selaras dengan pendapat Faqihudin Abdul Qadir bahwa anak yang tumbuh dengan kasih sayang dari kedua orang tuanya akan lebih kuat secara psikis daripada dengan anak yang memperoleh dari salah satunya saja.

Terdidik sebelum mendidik

Al ummu madrasatul ula sering kali orang-orang jadikan alasan dengan dalih seorang ibu untuk menuntut anak agar senantiasa mendengarkannya. Namun sering kita abaikan, jika dalam ungkapan itu tersirat makna bahwa untuk menjadi sebuah madrasah seorang ibu haruslah terdidik terlebih dahulu. Artinya agar dapat memberikan pendidikan yang baik untuk anak maka seorang ibu hendaknya memantaskan diri dengan mencari pendidikan terbaik pula. Mungkinkah seorang ibu mengharapkan anak-anaknya dapat terdidik dengan baik jika tidak diasuh oleh ibu yang berpendidikan.

Baca Juga Berdamai dengan New Normal adalah Tergesa-gesa

Masalah in terjawab dalam sudut pandang mubadalah bahwa ada saling keterkaitan antara ibu dan anak. Jika anak memperoleh pendidikan dari ibu, maka hendaknya ibu memantaskan untuk mendapat pendidikan pula meski dari luar. Terdidik tidak melulu tentang belajar di gedung sekolah sehingga dapat menghasilkan titel berderet deret. Namun pendidikan itu dapat perempuan peroleh dari mana saja baik formal ataupun non-formal.

Seorang anak tidak dapat memilih dilahirkan dari ibu yang seperti apa. Namun sebagai ibu dapat memilih menjadi sosok yang seperti apakah dia untuk anaknya nanti. Jika dia menginginkan anaknya mendapat pendidikan terbaik darinya, hendaknya seorang perempuan harus terlebih dahulu memiliki bekal dengan pendidikan terbaik pula. Sebelum menjadi madrasah bagi anaknya maka seorang ibu harus bisa menciptakan madrasah untuk dirinya sendiri. Sebab semakin terdidik seorang ibu akan melahirkan anak yang terdidik pula.

Esensi mubadalah tidak hanya mengacu pada konteks keterkaitan antara laki laki dan perempuan saja, namun dapat juga kita terapkan dalam aspek yang lain. Seperti dalam ungkapan al ummu madrasatul ula yang di dalamya ada dua konsep mubadalah. Pertama terkait keseimbangan laki laki dan perempuan dalam mendidik anak yang merupakan tanggung jawab bersama. Kedua terkait ketersalingan antara ibu dan anak. Jika anak mendapat pendidikan pertama dari ibu maka ibu juga harus mendapatkan pendidikan meski dari luar. Sebab menjadi terdidik sebelum mendidik itu sangat penting

Perlu kita ingat bahwa dalam hidup ini hubungan ketersalingan itu selalu menyertai. Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Karenanya sebelum menjadi sebaik baik orang tua untuk anak maka jadilah istri atau suami yang baik untuk pasangan. Pun sebelum menjadi sebaik baik sosok untuk pasangan jadilah anak yang baik untuk orang tua kita.

Baca Juga Salah Tanggap Mengenai Ibu sebagai Sekolah Pertama bagi Anaknya

Editor : Putri Ambarwati

Mubadalah Istilah Al Ummu Madrasatul Ula (1)

Anisa Dwi Ustadiyah

Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Instagram : anisa_ustd.

Bagikan

Post tags:

Al Ummu Madrasatul Ulamemahami perempuanmubadalah

Mubadalah Istilah Al Ummu Madrasatul Ula (2024)
Top Articles
Latest Posts
Article information

Author: Merrill Bechtelar CPA

Last Updated:

Views: 6060

Rating: 5 / 5 (70 voted)

Reviews: 85% of readers found this page helpful

Author information

Name: Merrill Bechtelar CPA

Birthday: 1996-05-19

Address: Apt. 114 873 White Lodge, Libbyfurt, CA 93006

Phone: +5983010455207

Job: Legacy Representative

Hobby: Blacksmithing, Urban exploration, Sudoku, Slacklining, Creative writing, Community, Letterboxing

Introduction: My name is Merrill Bechtelar CPA, I am a clean, agreeable, glorious, magnificent, witty, enchanting, comfortable person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.